Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Resep
Misi dagang sektor rempah bukukan transaksi Rp239,4 miliar di Belanda
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-03 08:51:43【Resep】098 orang sudah membaca
PerkenalanDirektur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi menghadiri

Jakarta (ANTARA) - Misi dagang Kementerian Perdagangan RI bertajuk "Where Spices Tell Stories" ke Belanda pada 29 Oktober-1 November 2025 mencatatkan potensi transaksi senilai 14,6 juta dolar AS atau sekitar Rp239,4 miliar.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengangakan keberhasilan tersebut memberi sinyal positif bagi peningkatan ekspor sektor rempah dan bumbu Indonesia. Capaian itu juga merefleksikan tingginya minat pasar Eropa terhadap produk rempah dan bumbu Nusantara.
"Importir Eropa menilai produk rempah dan bumbu Indonesia memiliki keunggulan dari segi aroma dan kualitas. Produk kita juga berpotensi untuk memenuhi kebutuhan pasar pangan organik dan berkelanjutan yang sedang berkembang pesat di Eropa," ujar Puntodewi dalam keterangan di Jakarta, Rabu.
Adapun rempah dan bumbu yang paling diminati antara lain pala, lada putih, kunyit, jahe, serta bumbu makanan siap pakai.
Potensi transaksi dicapai melalui kegiatan forum bisnis dan penjajakan kerja sama bisnis (business matching) yang diselenggarakan di Indonesia House Amsterdam pada 30 Oktober 2025. Dalam forum ini, pelaku usaha Indonesia memperkenalkan produk unggulan mereka kepada pembeli asal Belanda, Prancis, dan Jerman.
Misi dagang diikuti sepuluh pelaku usaha Indonesia. Para peserta misi dagang mendapat kesempatan langsung menjajaki kerja sama dagang dengan mitra Eropa, serta memperluas jejaring distribusi di Belanda yang dikenal sebagai pintu gerbang perdagangan Eropa.
Selain forum bisnis, para peserta juga mengunjungi beberapa importir besar seperti Amboina, Nesia Food BV, Bina BV, dan INA Trading/Furnilux untuk mempelajari pola impor dan distribusi produk rempah di pasar Belanda.
Sebagai bagian dari rangkaian misi dagang tersebut, Kemendag menjalin pertemuan dengan Centre for the Promotion of Imports from Developing Countries(CBI) dan Netherlands Enterprise Agency (RVO) pada 31 Oktober 2025.
Pertemuan membahas penguatan kelembagaan ekspor, pengembangan produk, serta akses pasar bagi sektor pertanian dan perikanan.
Suka(44)
Artikel Terkait
- Makanan dan minuman sehat yang bisa membantu menambah tinggi badan
- Warga relokasi Cikande berharap dekontaminasi cepat selesai agar bisa pulang
- Dinkes: 83 SPPG di Tangerang mendaftar penerbitan SLHS MBG
- Dinkes Serang latih seribu relawan SPPG guna jamin keamanan pangan MBG
- SPPG Polresta Pati kenalkan kuliner khas daerah lewat Program MBG
- Unhas budidaya jamur tiram di Kampung Rimba
- Danantara terbuka untuk investasi dari pengusaha dan investor Brazil
- BPKP Kalbar awasi kualitas gizi dan akuntabilitas program MBG
- Wali Kota Kupang mendorong percepatan SLHS bagi SPPG
- Satu oknum Polda Bali ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPO
Resep Populer
Rekomendasi

BPS: Implementasi program MBG topang kinerja ekonomi triwulan III

Jenama perawatan kulit Bali berkomitmen kurangi limbah plastik

BGN: 10 bulan berjalan, MBG telah serap ratusan ribu tenaga kerja

Minum air dan simpan sisa makanan jika alami dugaan keracunan MBG

BNPB utamakan perbaikan tanggul jebol di Bekasi, cegah banjir susulan

Unilever tuntaskan lepas bisnis es krim Rp7 T ke Magnum di akhir 2025

Kalbar matangkan isu trategis jelang Sosek Malindo di Miri Malaysia

Dokter tegaskan pentingnya pencegahan osteoporosis sejak dini